DPRD Gorontalo Soroti Lambannya Pengalihan Dermaga 2 ke Pelindo, Investasi Daerah Capai Rp11,8 Miliar
Info Gorontalo - Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo kembali menyoroti mandeknya pengalihan pengelolaan Dermaga 2 dari Pemerintah Provinsi ke PT Pelindo. Padahal, proses tersebut telah disepakati sejak 2022 dan digadang-gadang mampu mempercepat pengembangan kawasan pelabuhan.
Ketua Komisi III DPRD Provinsi Gorontalo, Espin Tulie, menjelaskan bahwa pengalihan aset itu sempat hampir rampung di masa Penjabat Gubernur Ismail Pakaya, dengan nilai investasi awal sebesar Rp5,3 miliar dari pemerintah daerah kepada Pelindo. Namun, progresnya terhenti akibat kendala teknis di lapangan.
“Permasalahan utama saat itu adalah pendangkalan di area Dermaga 2 yang membuat aktivitas bongkar muat menjadi tidak optimal,” ungkap Espin usai rapat kerja yang digelar Senin (16/6/2025).
Sebagai solusi, PT Pelindo mengambil langkah strategis dengan membangun dua fasilitas baru, yaitu Dermaga 3 dan Dermaga 4. Meski Dermaga 2 masih digunakan, namun fungsinya kini tidak lagi untuk bongkar muat barang.
Dalam rapat yang juga dihadiri oleh Dinas Perhubungan, Biro Hukum, Dinas Keuangan, serta pihak Kesyahbandaran, Komisi III mendesak kejelasan kelanjutan pengalihan pengelolaan Dermaga 2, dimana salah satu penghambat utama adalah persoalan regulasi.
Espin mengungkapkan bahwa hingga kini, pihak Kejaksaan masih dimintai pendapat hukum (legal opinion) terkait dasar hukum pengalihan. Sebab, Permendagri Nomor 16 Tahun 2019 Pasal 329 secara eksplisit menyebut bahwa aset pemerintah daerah tidak dapat dialihkan kepada BUMN maupun BUMD, kecuali kepada Kementerian Perhubungan.
“Ini yang membuat prosesnya belum bergerak. Karena itu, kami dorong agar dicari skema kerja sama yang tidak melanggar aturan, tapi tetap memberi manfaat untuk daerah,” tegas Espin.
Salah satu opsi yang mulai dibahas adalah skema kerja sama pemanfaatan aset.
Namun, hal ini memerlukan kajian hukum dan teknis yang lebih mendalam agar tidak berbenturan dengan regulasi yang berlaku.
Tak hanya itu, dalam rapat juga dibahas rencana pembangunan talud dan akses jalan menuju Dermaga 3 dan 4 yang ditaksir menelan anggaran sebesar Rp 6,3 miliar.
Jika pembangunan ini terealisasi, maka total nilai investasi daerah untuk mendukung pengelolaan pelabuhan mencapai Rp 11,8 miliar.


Komentar (0)
Komentar Facebook